skip to Main Content
0541-765175 Fastkhair@gmail.com

Selamatkan Generasi, Tanamkan Prinsip HAM Sedari Dini Dengan Metode

www.dekhnews.com

Sekolahfastkhair.sch.id – Hak Asasi Manusia (HAM) didefinisikan oleh John Locke, seorang filsuf inggris dibidang politik yang menyuarakan bahwa “HAM adalah hak-hak yang langsung diberikan Tuhan kepada manusia sebagai hak yang kodrati. Oleh karenanya, tidak ada kekuatan apapun di dunia yang bisa mencabutnya”. Dari dulu hingga sekarang Hak Asasi Manusia merupakan sebuah acuan penting dalam berkehidupan terhadap sesama manusia untuk dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

Apapun, siapapun, dan darimanapun, manusia diseluruh dunia seharusnya dapat menerima hal tersebut dan mampu saling menjaga perdamaian dan persatuan untuk sesama manusia lainnya diseluruh dunia kearah kemajuan dunia yang lebih baik untuk peradaban manusia kelak. Namun sayangnya realita saat ini banyak fakta yang berbalik sesuai ekpektasi. Saat ini banyak konflik terjadi di berbagai lapisan masyarakat seluruh dunia, dari pelecehan bersifat verbal, maupun tindakan secara persuasif melalui media massa secara global untuk menamamkan paham kebencian terhadap suatu golongan yang membela prinsip HAM dimuka bumi ini, dengan melecehkan golongan tersebut.

Parahnya dari fakta mengenai realita HAM saat ini, ada beberapa negara mengambil langkah aggresive untuk mengesampingkan prinsip tersebut demi kepentingan pribadi mereka dan membuat keputusan dengan melakukan gerakan genosida agar negara mereka terbebas dari etnis-etnis tertentu.

myanmar mencekam

Hal ini terjadi di sebuah wilayah di Rakhine tepatnya di Myanmar.Akrab disebut dengan Etnis Rohingya yang merupakan sebuah kelompok etnis Indo-Arya dari Rakhine (juga dikenal sebagai Arakan, atau Rohang dalam bahasa Rohingya) di Myanmar. Telah mengalami krisis Hak Asasi Manusia sangat memilukan yang dimana warga Rakhine didiskriminasi secara budaya, dan juga dieksploitasi secara ekonomi serta disingkirkan secara politis oleh pemerintah pusat, yang didominasi etnis Burma.

Hal ini menyebabkan konflik besar-besaran dan pembantaian secara massal kepada etnis Rohingya yang dilakukan oleh pemerintah pusat, sehingga etnis mereka mengungsi ke sebagian wilayah di Asia tenggara untuk meniggalkan tanah kelahiran mereka. Tragedi kemanusiaan ini menyebabkan keadaan mereka semakin sulit dan sengsara. Mereka sudah tidak memiliki apapun bahkan ada pula yang kehilangan keluarganya.

www.amnesty.org.au

Kondisi inipun menjadi sorotan mata dunia khususnya wilayah ASEAN mengambil tindakan secara diplomatik. Akan tetapi, berbagai organisasi non-pemerintah ditiap negara sudah banyak bergerak untuk melakukan tindakan secara situasional agar kondisi mereka tidak semakin memburuk sehingga berdampak semakin banyaknya yang tidak terselamatkan. Khususnya di Indonesia Organisasi bernama ACT (Aksi Cepat Tanggap) yang dimana sudah lama menyuarakan dan menggerakan bantuan untuk Rohingya mengutus Salah satu perwakilan di Kalimantan Timur yaitu Masyarakat Relawan Kalimantan Timur untuk melakukan kerja sama disebagian lembaga didalamnya untuk menggelar bantuan kepada Rohingya.

aakg.ga

Salah satunya di SD Fastabiqul Khairat Samarinda, dengan dasar menanamkan edukasi prinsip Hak Asasi Manusia kepada muridnya. Para Guru SD Fastabiqul Khairat menggunakan metode melalui bantuan uluran tangan dan berkumpul bersama menyatukan suara mereka. Para siswa siwi SD Fastabiqul Khairat sangat antusias menyikapi dalam memahami prinsip Hak Asasi Manusia dalam berkehidupan kelak, mereka beramai-ramai menyisihkan uang milik mereka untuk menolong para masyarkat rohingya yang telah dilanda musibah kemanusiaan.

dokpri

Dimulai sejak hari kamis dan ditutup pada Senin (18/09/2017), dana yang di peroleh sekitar Rp. 22.847.050,- dari para murid SD Fastabiqul Khairat untuk Bantuan Kemanusiaan Rohingya. Dihadiri oleh Bpk.Sumadi salah satu perwakilan dari ACT KALIMANTAN TIMUR, serah terima dilakukan di aula dengan disaksikan para murid yang berpartisipasi.

dokpri

“Bantuan ini dilakukan semata-mata bersifat kemanusiaan untuk menyuarkan Hak Asasi Manusia secara hakiki, serta bantuan ini kirim ke ACT Pusat untuk segera dilakukan pengiriman langsung untuk Rohingnya”

Ucap Bpk.Rasyanto, S.Pd.I selaku Kepala Sekolah SD Fastabiqul Khairat di sela sedang berbincang dengan Bpk.Sumadi seusai penyerahan. (prs/FSTKHR)

Related posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top